. Rangkuman Sosiologi(Karya Soerjono Soekamto) ~ Leader Tomorrow

Minggu, 04 Desember 2011

Rangkuman Sosiologi(Karya Soerjono Soekamto)


BAB1 Pendahuluan
A.Pengantar
Timbulnya sosiologi, semua ilmu pengetahuan yang dikenal pada dewasa ini pernah menjadi bagian dari filsafat yang dianggap sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan. Filsafat pada masa itu mencakup pula segala usaha pemikiran mengenai Masyarakat. Dengan demikian timbullah sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang didalam proses pertumbuhannya dapat dipisahkan dari ilu-ilmu kemasyarakatan lainnya seperti ekonomi,sejarah,ilmu jiwa sosial dan sebagainya.
B. Ilmu Pengetahuan dan sosiologi
Ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan penggunaan kekuatan pemikiran, dimana pengetahuan tersebut selalu dapat diperiksa dan ditelaah dengan kritis. Tujuan Ilmu Pengetahuan adalah untuk lebih mengetahui dan mendalami segala segi kehidupan.
Sosiologi adalah :
1. Merupakan Ilmu Sosial
2. Disiplin yang kategoris, membatasi pada apa yang terjadi saat ini
3. Merupakan Ilmu pengetahuan murni bukan terapan
4. Ilmu Pengetahuan yang abstrak
5. Meneliti prinsip-prinsip umum dari interaksi antar manusia
6. Ilmu Pengetahuan empiris dan rasional
7. Ilmu Pengetahuan Umum Bukan Khusus
Objek Sosiologi adalah masyarakat
Masyarakat adalah
1. Manusia yang hidup bersama (Minimal 2 Orang)
2. Bercampur dalam waktu yang sama
3. Sadar Merupakan satu kesatuan
4. Merupakan suatu sistem hidup bersama
C. Gambaran Ringkas Tentang Sejarah Teori-Teori Sosiologi
Sejarah Teori Sosiologi
Teori : Merupakan hubungan antara dua fakta atau lebih dimana fakta adalah sesuatu yang dapat diamati dan diuji secara empiris
Perhatian masyarakat sebelum Augusto Comte
1. Plato : menelaah masyarakat secara sistematis dengan merumuskan teori organis tentang masyarakat yang mencakup kehidupan bidang ekonomi dan sosial
2. Aristoteles : Melakukan analisis terhadap lembaga-lembaga politik dalam masyarakat
3. Ibnu Khaldun : Mengemukakan beberapa prinsip pokok untuk menafsirkan kejadian sosial dan peristiwa dalam sejarah.
Zaman Auguste Comte
Auguste Comte merupakan orang pertama yang menggunakan istilah sosiologi dan membedakan ruang lingkup serta isi sosiologi dari ilmu pengetahuan yang lain . Sosiologi merupakan studi positif tentang hukum-hukum dasar dari gejala sosial.
Teori-teori sesudah Auguste Comte dikelompokkan dalam enam madzhab
1. Mazhab Geografi dan lingkungan:
Masyarakat bisa berkembang bila ada tempat berpijak dan tempat untuk hidup ( Edward )
2. Mazhab Organis dan evousioner
Herbert Spencer: melakukan analogi antara masyarakat manusia dengan organism manusia
W.G.Summer : mengenai kebiasaan sosial yang timbul secara tak sadar dalam masyarakat
3. Mazhab Formal
George Simmel : Untuk Menjadi warga masyarakat perlu mengalami proses individualisasi dan Sosialisasi
4. Mazhab Psikologi
Gabriel Tarde : Menjelaskan gejala sosial dalam kerangka reaksi psikis seseorang
5. Mazhab Ekonomi
Karl Marx : Mempergunakan metode sejarah dan filsafat untuk membangun suatu teori perubahan
6. Mazhab Hukum
L.M Friedman dan Daniel S.Lev : Sosiologi Hukum
D. Metode-metode dalam Sosiologi
1. Kualitatif : tidak bisa diukur dengan angka tetapi nyata dalam masyarakat(metode historis,komparatif)
2. Kuantitatif : bias diukur dengan angka,skala,indeks,table dan formula ( metode statistik,sociometry)
E. Mazhab-mazhab dan spesialisasi dalam sosiologi
Contoh spesialisasi dalam sosiologi adalah sosialisasi pendidikan. Sosiologi pendidikan adalah cabang sosiologi yang mempelajari lembaga-lembaga dan proses pendidikan. Tujuan utama pendidikan adalah meneruskan kebudayaan kepada generasi muda melalui proses sosialisasi.
F. Perkembangan Sosiologi Di Indonesia
Walau pada hakikatnya para pujangga dan pemimpin Indonesia belum pernah mempelajari teori-teori formal sosiologi sebagai ilmu pengetahuan, banyak diantara mereka yang telah memasukkan unsur-unsur sosiologi ke dalam ajarannya. Ajaran Wulang Reh yang diciptakan Sri paduka Mangkenegoro IV dari Surakarta antara lain mengajarkan tata hubungan antara para anggota masyarakat jawa yang berasal dari golongan –golongan yang berbeda ,banyak mengandung aspek sosiologi , terutama dalam bidang hubungan antar golongan . Almarhum Ki Hadjar Dewantoro, Pelopor Utama yang meletakkan dasar-dasar bagi pendidikan nasional di Indonesia , memberikan sumbangan yang sangat banyak pada sosiologi dengan konsep –konsepnya mengenai kepemimpinan dan kekeluargaan Indonesia yang dengan nyata dipraktikan dalam organisasi pendidikan Taman Siswa.

Bab 2 Proses Sosial dan Interaksi Sosial
A. Pengantar
Proses Sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila para individu dan kelompok –kelompok saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. Atau dengan perkataan lain, proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbale balik antara berbagai segi kehidupan bersama.
B. Interaksi Sosial sebagai faktor utama dalam kehidupan sosial
Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan-hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok.
C. Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial
Suatu Interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yaitu :
1. Adanya kontak sosial
2. Adanya Komunikasi
D. Kehidupan yang terasing
Pentingnya kontak dan komunikasi bagi terwujudnya interaksi sosial dapat diuji pada suatu kehidupan yang terasing (isolation). Kehidupan Terasing yang sempurna ditandai dengan ketidakmampuan mengadakan interaksi sosial dengan orang lain.
E. Bentuk –bentuk Interaksi sosial
1. Proses-proses yang asosiatif
a. Kerja sama ( Cooperation )
Ada lima bentuk kerja sama, yaitu sebagai berikut.
1. Kerukunan yang mencakup gotong royong dan tolong menolong
2. Bargaining, yait pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.
3. Kooptasi ( Cooptation ), Yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan
4. Koalisi ( Coalition ), yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktur yang tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Akan tetapi, karena maksud utama adalah untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama, maka sifatnya adalah kooperatif
5. Joint venture, Yaitu Kerjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, misalnya pengeboran minyak.
b. Akomodasi ( Accomodation)
Istilah akomodasi dipergunakan dalam dua arti,
1. Akomodasi yang menunjuk pada suatu keadaaan, berarti kenyataan adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara individu dan kelompok sehubungan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku didalam masyarakat.
2. Akomodasi yang menunjuk pada suatu proses. Sebagai suatu proses akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha mencapai kestabilan
Tujuan Akomodasi adalah untuk mengurangi pertentangan antar individu atau kelompok , untuk mencegah meledaknya pertentangan untuk sementara waktu agar terjadi kerja sama.
2. Proses Disosiatif
a. Persaingan ( Competition)
1.Persaingan dapatdiartikan sebagai suatu proses sosial, dimana individu atau kelompok yang bersaing mencari ke mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian umum dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa mempergunakan kekerasan atau ancaman.
2. Persaingan ada dua tipe, yaitu bersifat pribadi dan yang tidak bersifat pribadi.
3. Bentuk-bentuk persaingan adalah :
a. Persaingan Ekonomi
b. Persaingan Kebudayaan
c. Persaingan untuk mencapai kedudukan
d. Persaingan Karena Perbedaan Ras
4. Fungsi Persaingan adalah :
a. Untuk menyalurkan keinginan-keinginan yang bersifat kompetitif
b. sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan seleksi sosial
5. Hasil suatu persaingan adalah :
a. Perubahan kepribadian seseorang
b. Kemajuan
c. Solidaritas Kelompok
d. disorganisasi
2. Pertentangan atau pertikaian ( Conflict )
1. Pertentangan atau pertikaian adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan.
2. Sebab-sebab pertentangan adalah
a. Perbedaan Individu
b. Perbedaan Kebudayaan
c. Perbedaan Kepentingan
d. Perubahan Sosial
3. Pertentangan –pertentangan yang menyangkut suatu tujuan, nila atau kepentingan bersifat positif, sepanjang tidak berlawanan dengan pola-pola hubungan sosial di dalam struktur sosial tertentu.
4. Bentuk-bentuk pertentangan adalah
a. Pertentangan pribadi
b. Pertentangan rasial
c. Pertentangan antara kelas-kelas sosial
d. Pertentangan politik
e. Pertentangan yang bersifat Internasional
5. Akibat-akibat dari pertentangan antara lain :
a. tambahnya solidaritas atau mungkin sebaliknya
b. Perubahan Kepribadian
c. Akomodasi, dominasi dan takluknya satu pihak tertentu

Bab 3 Kelomok kelompok sosial dan kehidupan masyarakat
A. Pengantar
Manusia pada dasrnya adalah makhluk sosial , memiliki naluri untuk hidup dengan orang lain. Naluri manusia untuk selalu hidup dengan orang lain disebut gregariousness sehingga manusia juga disebut sosial animal
Karena sejak dilahirkan sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok, yaitu :
1. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia satu dengan yang lainnya.
2. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya

B. Pendekatan sosiologis terhadap kelompok-kelompok sosial
Kelompok sosial atau sosial group adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama, karena adanya hubungan diantara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbale balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong.
B. Tipe-tipe Kelompok Sosial
1. Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok sosial
Tipe tipe kelompok sosial dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut atau ukuran. Seorang sosiolog jerman , George Simmel, mengambil ukuran besar kecilnya jumlah anggota kelompok, sebagaimana individu mempengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalam kelompok tersebut.
Ukuran lain yang diambil adalah atas dasar derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial tersebut.
2. In-Group dan out-group
In Group adalah kelompok sosial dimana individu mengidentifikasikan dirinya.
Out Group adalah kelompok sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in gorupnya.
Perasaan in group atau out group didasari dengan sutu sikap yang dinamakan etnosentris, yaitu adanya anggapan bahwa kebiasaan dalam kelompoknya merupakan yang terbaik disbanding dengan kelompok lainnya.
3. Kelompok Sosial dipandang dari sudut individu
Seorang masyarakat yang masih bersahaja susunannya, secara relatif menjadi anggota pula dari kelompok kelompok kecil lain secara terbatas. Kelompok sosial termaksud biasanya adalah atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan.
4. Kelompok Primer dan kelompok sekunder
Kelompok Primer atau face to face group merupakan kelompok sosial yang paling sederhana, dimana anggotanya saling mengenal antara lain serta ada kerja sama yang erat. Contohnya,Keluarga, kelompok sepermainan dan lain lain.
Kelompok sekunder adalah kelompok yang terdiri dari banyak orang, yang sifat hubungannya tidak berdasrkan pengenalan secara pribadi dan juga tidak langgeng. Contohnya Hubungan kontrak jual beli.
5. Paguyuban dan patembayan
Paguyuban( gemeinschaft ) merupakan bentuk kehidupan bersama, dimana anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni , bersifat alamiah, dan kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa persatuan batin yang memang telah dikodratkan. Hubungan seperti ini dapat dijumpai dalam keluarga, kelompok kekerabatan,rukun tetangga, dan lain lain
Patembayan( geselischaft) merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok dan biasanya untuk jangka waktu pendek. Ia bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka. Contohnya adalah ikatan antara pedagang, organisasi dalam suatu pabrik, dan lain-lain.
6. Formal Group dan Informal Group
Formal Group adalah kelompok yang mempunyai aturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotannya untuk membangun hubungan antara sesame. Contohnya organisasi
Informal Group Tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu yang pasti. Kelompok kelompok tersebut biasanya terbentuk karena pertemuan yang berulangkali yang didasari oleh kepentingan dan pengalaman yang sama. Contohnya Klik ( Clique)
7. Membership Group dan reference group
Membership group Merupakan suatu kelompok dimanasetiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut.
Reference Group ialah kelompok-kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang ( bukan anggota kelompok tersebut) untuk membentuk pribadi dan perilakunya.
8. Kelompok Okupasional dan Volunter
Kelompok Okupasional adalah kelompok yang muncul karena semakin memudarnya fungsi kekerabatan, diman kelompok ini timbul karena anggotanya, memiliki pekerjaan yang anggotanya memiliki pekerjaan yang sejenis. Contohnya kelompok profesi, seperti asosiasi sarjana farmasi, ikatan dokter Indonesia, dan lain-lain.
Kelompok Volunter adalah kelompok orang yang memiliki kepentingan sama, namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat. Melalui kelompok ini diharapakan akan dapat memenuhi kepentingan anggotanya secara individual tanpa mengganggu kepentingan masyarakat secara umum.
C. Kelompok-kelompok sosial yang tidak teratur
1. Kerumunan ( Crowl )
Kerumunan ( Crowl ) adalah individu-i( individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat, pada waktu yang bersamaan.
1. Bentuk kerumunan adalah formal dan ekspresif ( direncanakan )
2. Sifat kerumunan ( sementara ), yaitu tidak menyenangkan, keadaan panic, kerumunan penonton.
3. Berlawanan dengan norma hukum
2. Publik
Publik lebih merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan .Interaksi terjadi secara tidak langsung melalui alat komunikasi misalnya pembicaraan pribadi yang berantai, desas desus, surat kabar, radio,televise, film, dan lain sebagainya.
D. Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Empat criteria untuk klasifikasi masyarakat, yaitu :
1.. Jumlah penduduk
2. luas,kekayaan, dan kepadatan penduduk daerah pedalaman
3. Fungsi-fungsi khusus dari masyarakat setemapat terhadap seluruh masyarakat.
4. organisasi masyarakat setempat yang bersangkutan.
Perbedaan antara masyarakat pedesaaan dan masyarakat perkotaan

Masyarkat Pedesaan Masyarakat Perkotaan
Warga memiliki hubungan yang lebih erat Jumlah penduduknya tidak tentu
Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan Bersifat Individualistis
Umumnya hidup dari pertanian Pekerjaan lebih bervariasi, lebih tegas batasannya dan lebih sulit batasannya dan lebih sulit mencari pekerjaan
Golongan orang tua memegang peranan penting Perubahan sosial terjadi secara cepat, menimbulkan konflik antara golongan muda dengan golongan orang tua
Dari sudut pemerintahan, hubungan antara penguasa dan rakyat bersifat informal Interaksi lebih disebabkan faktor kepentingan daripada faktor pribadi
Perhatian masyarakat lebih daripada keutamaan kehidupan Perhatian lebih pada pengguanaan kebutuhan hidup yang dikaitkan dengan masalah prestise
Kehidupan keagamaan lebih kental Kehidupan keagamaan lebih longgar
Banyak berurbanisasi ke kota karena ada faktor yang menarik dari kota Banyak migrant yang berasal dari dari daerah dan berakibat negatif di kota, yaitu pengangguran, naiknya kriminalitas, persoalan rumah, dan lain lain

E. Kelompok-kelompok kecil (Small Group)
Small Group suatu kelompok yang secara teoritis terdiri paling sedikit dari dua orang, dimana orang-orang saling berhubungan untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu dan yang menganggap hubungan itu sendiri, penting baginya.
F. Dinamika Kelompok Sosial
Dinamika kelompok sosial, setiap kelompok sosial pasti mengalami perkembangan serta perubahan. Perubahan dalam kelompok sosial, ada yang mengalami perubahan secara lambat, namun ada pula yang mengalami perubahan secara cepat.



Bab 4 Kebudayaan dan Masyarakat
A. Pengantar
Kebudayaan adalah Kompleks yang mencakup pengetahuan,kepercayaan, kesenian,moral, hukum, adapt istiadat dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan –kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
B. Unsur-unsur Kebudayaan
Tujuh unsur kebudayaan yang dianggap sebagai Cultural Unifrsals, yaitu :
1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia( Pakaian, perumahan, Alat-Alat Rumah tangga,senjata,alat-alat produksi, transport dan sebagainya)
2. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
3. Sistem Kemasyarakatan
4. Bahasa(Lisan maupun tertulis )
5. Kesenian
6. Sistem Pengetahuan
7. Religi ( sistem kepercayaan )
C. Fungsi Kebudayaan bagi masyarakat
Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi masyarakat. Bermacam kekuatan yang harus dihadapi oleh masyarakat dan anggota-anggotanya seperti kekuatan alam, maupun kekuatan-kekuatan lainnya didalam masyarakat itu sendiri tidak selalu baik baginya. Selain itu, masyarakat memerlukan pula kepuasan, baik di bidang spiritual maupun materiil.
D. Sifat Hakikat Kebudayaan
Sifat Hakikat Kebudayaan adalah sebagai berikut
1. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia
2. Kebudayaan terlebih ada dahulu mendahului yang lainnya
3. Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan tingkah lakunya
E. Kepribadian dan kebudayaan
Kepribadian mewujudakan perilaku manusia . Perilaku manusia dapat dibedakan dengan kepribadiannya karena kepribadian merupakan latar belakang perilaku yang ada dalam diri seorang individu, sedangkan pengertian kebudayaan menunujuk pada pola perilaku- perilaku yang khas dari masyarakat.
F. Gerak Kebudayaan
Gerak kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan.Gerak manusia terjadi sebab dia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Artinya karea terjadinya hubungan antar kelompok manusia di dalam masyarakat.

Bab 5 Lembaga Kemasyarakatan ( Lembaga Sosial )
A. Pengantar
Lembaga Kemsyarakatan merupakan terjemahan langsung dari istilah asing Sosial Institution . Akan tetapi hingga kini belum ada kata sepakat mengenai istilah Indonesia yang dengan tepat dapat menggambarkan isi Sosial Institution tersebut. Ada yang mempergunakan istilah pranata sosial, tetapi Sosial-Institution menunjuk pada adanya unsur-unsur yang mengatur perilaku warga masyarakat.
B. Proses Pertumbuhan Lembaga Kemasyarakatan
1. Norma- Norma Masyarakat
Ada empat pengertian norma( dimana dasar itu sama yaitu memeberikan pedoman bagi seseorang untuk bertingkah laku dalam masyarakat)
1. Cara ( Usage ) menunujuk pada suatu bentuk perubahan
2. Kebiasaan ( Folkways ) adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk sama.
3. Tata kelakuan ( mores ) merupakan kebiasaan yang dianggap sebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur.
4. Adat-Istiadat (Customs) adalah tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. Ada sanksi penderitaan bila dilanggar.
2. Sistem Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial bertujuan untuk mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan – perubahan dalam masyarakat. Atau, suatu sistem pengendalian sosial bertujuan untuk mencapai keadaan damai melalui keserasian antara kepastian dengan keadilan/kesebandingan.
Alat-alat pengendalian sosial dapat digolongkan ke dalam paling sedikit lima golongan, yaitu :
1. Mempertebal anggota keyakinan masyarakat akan kebaikan norma-norma kemasyarakatan
2. Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat pada norma-norma kemasyarakatan
3. Mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa anggota masyarakat bila mereka menyimpang atau menyeleweng dari norma-norma kemasyarakatan dan nilai-nilai yang berlaku.
4. Menimbulkan rasa takut
5. Menciptakan sistem hukum, yaitu sistem tata tertib dengan sanksi yang tegas bagi para pelanggar.
C. Ciri-ciri Umum Lembaga Kemasyarakatan
Menurut Gillin dan Gillin, lembaga kemasyarakatan mempunyai beberapa cirri umum, yaitu.
1. Suatu lembaga kemasyarakatan adalah suatu organisasi pola-pola pemikiran dan pola-pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya
2. Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan cirri semua lembaga kemasyarakatan
3. Lembaga Kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu
4. Lembaga kemasyarakatan mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan.
5. Lambang biasanya juga merupakan cirri khas lembaga kemasyarakatan
6. Suatu lembaga kemasyarakatan mempunyai suatu tradisi tertulis atau yang tidak tertulis.
D. Tipe-tipe Lembaga Kemasyarakatan
Tipe-tipe Lembaga Kemasyarakatan dapat diklasifikasikan sebgai berikut :
a. dari sudut perkembangannya 1. cresif institutions
2. enacted institutions
b. dari sudut sistem nilai-nilai yang diterima masyarakat 1. basic institutions
2.subsidiary institutions
c. dari sudut penerimaan masyarakat 1. approved socially sanctioned
d. dari sudut penyebarannya 1. general institutions
2 regulatif institutions
e. dari sudut fungsinya 1. operatif institutions
2.restrictedinstitutions
E. Cara-cara Mempelajari Lembaga Kemasyarakatan
Cara-cara pendekatan atau mempelajari lembaga kemasyarakatan dapat dirinci ke dalam :
1. analisis histories
2. analisis komparatif
3. analisis hubungan antara lembaga-lembaga kemasyarakatan yang terdapat dalam suatu masyarakat tertentu.
F. Conformity dan Deviation
Masalah Conformity dan Deviation berhubungan erat dengan social control. Conformity berarti proses penyesuaian diri dengan masyarakat dengan cara mengindahkan kaidah dan nilai-nilai masyarakat. Sebaliknya, Deviation adalah penyimpangan terhadap kaidah dan nilai-nilai dalam masyarakat.
Bab 6 Lapisan Masyarakat ( Stratifikasi Sosial )
A. Pengantar
Selama dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai, dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya, sesuatu itu akan menjadi bibit yang dapat mnumbuhkan adanya sistem lapisan dalam masyarakat itu. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat dapat berupa uang atau benda-benda yang bernilai ekonomis, tanah,kekuasaan, ilmu pengetahuan, kesalehan dalam agama atau mungkin juga keturunan yang terhormat.
B. Terjadinya lapisan masyarakat
Adanya sistem lapisan masyarakat dapat terjadi dengan dengan sendirinya dalam proses pertumbuhan masyarakat itu. Akan tetapi, ada pula yang dengan sengaja disusun untuk mengejar suatu tujan bersama. Alasan terbentuknya lapisan masyarakat yang terjadi dengan sendirinya adalah kepandaian, tingkat umur ( yang senior ), sifat keaslian keanggotaan, kerabat seorang kepala masyarakat, dan mungkin juga harta dalam batas-batas tertentu.
C. Sifat sistem lapisan masyarakat
Sifat sistem lapisan di dalam masyarakat dapat bersifat tertutup dan terbuka. Sistem lapisan yang bersifat tertutup membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain, baik merupakan gerak ke atas atau kebawah. Sebaliknya dalam sistem terbuka, setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan sendiri untuk naik lapisan.
D. Kelas-kelas dalam masyarakat ( Sosial Classes )
Kelas Sosial adalah semua orang dan keluarga yang sadar akan kedudukannnya didalam suatu lapisan, sedangkan kedudukan mereka itu diketahui serta diakui oleh masyarakat umum.
Definisi lain dari kelas sosial adalah berdasarkan beberapa criteria tradisional, yaitu :
1. Besar atau ukuran jumlah anggota-anggotanya
2. Kebudayaan yang sama, yang menentukan hak-hak dan kewajiban warganya
3. Kelanggengan
4. tanda-tanda/lambang – lambing yang merupakn cirri khas,
5. batas-batas yang tegas ( bagi kelompok itu terhadap kelompok lain )
6. antagonisme tertentu
E. Dasar lapisan masyarakat
Ukuran ukuran yang dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan adalah :
1. Ukuran Kekayaan ( Materiil )
2. Ukuran kekayaan
3. Ukuran Kehormatan
4. Ukuran Ilmu Pengetahuan
F. Unsur-Unsur Lapisan Masyarakat
1.Kedudukan ( Status )
Kedudukan merupaan tempat seseorang dalam suatu pola tertentu, dan seorang dapat memiliki beberapa kedudukan. Ada dua macam kedudukan yang dikembangkan dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut.
a. Ascribed Status: Kedudukan seseorang didalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan rohaniah dan kemampuan . Kedudukan tersebut diperoleh karena kelahiran
b. Achieved Status: Kedudukan yang dicapai oleh seseorang usaha-usaha yang disengaja. Kedudukan ini tidak diperoleh atas dasar kelahiran, tetapi bersifat terbuka bagi siapa saja, tergantung dari kema mpuan masing-masing dalam mengejar serta mencapai tujuan-tujuannya.
2. Peranan ( Role )
Peranan merupakan aspek dinamis dari kedudukan, yaitu seseorang yang melaksanakan hak-hak dan kewajibannya. Suatu peranan mencakup paling sedikit tiga hal berikut ini.
a. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat.
b. Peranan merupakan suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi
c. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial
G. Lapisan yang sengaja disusun
Chester I. Bernard
Membahas sistem lapisan yang sengaja disusun dalam organisasi-organisasi formal untuk mengejar suatu tujuan tertentu. Sistem kedudukan dalam organisasi-organisasi format timbul karena perbedaaan-perbedaan kebutuhan, kepentingan dan kemampuan individu. Sistem pembagian kekuasaan dan wewenang dalam organisasi-organisasi tersebut dibedakan ke dalam.
1. Sistem fungsional yang merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat; dan
2. Sistem scalar yang merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga kedudukan sosial dari bawah ke atas
H. Mobilitas Sosial ( Sosial Mobility )
Gerak sosial adalah gerak dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat-sifat hubungan antara individu dalam kelompok itu dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.
Tipe-tipe gerak sosial yang prinsipil ada dua macam, yaitu sebagai berikut.
1. Horizontal, yaitu bila individu atau objek sosial lainnya berpindah dari satu kelompok sosial yang satu ke kelompok sosial lainnya yang sederajat.
2. Vertical, yaitu bila individu atau objek sosial lainnya berpindah dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya yang tidak sederajat. Sesuai arahnya, maka terdapat dua jenis gerak sosial yang vertical, yaitu yang naik dan yang turun.
I. Perlunya Sistem Lapisan Masyarakat
Mau tidak mau ada sistem lapisan masyarakat karena ada gejala tersebut sekaligus memecahkan persoalan yang dihadapi masyarakat, yaitu penempatan individu dalam tempat-tempat yang tersedia dalam struktur sosial dan mendorongnya agar melaksanakan kewajibannya yang sesuai dengan kedudukan serta peranannya.
Bab 7Kekuasaan,Wewenang, dan Kepemimpinan
A. Pengantar
Kekuasaan mempunyai peranan yang dapat menentukan nasib berjuta-juta orang. Oleh karena itu kekuasaan sangat menarik para ahli ilmu pengetahuan kemasyarakatan. Sosiologi tidak memandang kekuasaan sebagai sesuatu yang baik atau yang buruk. Sosiologi mengakui kekuasaan sebagai un sur yang sangat penting dalam kehidupan suatu masyarakat..
B. Hakikat Kekuasaan dan Sumbernya
Sifat dan hakikat kekuasaan
1. SIMETRIS 2. ASIMETRIS
a. Hubungan persahabatan a. Popularitas
b. Hubungan sehari-hari b. Peniruan
c. Hubungan yang bersifat ambivalen c. Mengikuti perintah
d. Pertentangan antara mereka yang sejajar d. Tunduk pada pemimpin formal atau informal
Kedudukannnya e. Tunduk pada seorang ahli
f. Pertentangan antara mereka yang tidak
sejajar kedudukannya
g. Hubungan sehari-hari
Sumber Kekuasaan
1. Sumber 2. Kegunaan
a. Militer,polisi,kriminal a. Pengendalian kekerasan
b. Ekonomi b.Mengendalikan tanah,buruh,kekayaan,material,produksi
c. Politik c. Pengambilan keputusan
d. Hukum d. Mempertahankan,mengubah,melancarkan interaksi
e. Tradisi e. Sistem kepercayaan nilai-nilai
f. Ideologi f. Pandangan hidup,integrasi
g. Difrsionary power g. Kepentingan rekreatif

C. Unsur-Unsur Saluran Kekuasaan
Unsur-unsur pokok saluran kekuasaan adalah :
1. Rasa Takut
2. Rasa Cinta
3. Kepercayaan
4. Pemujaan
Saluran-saluran kekuasaan adalah :
1. Saluran Militer
2. Saluran Ekonomi
3. Saluran Politik
4. Saluran Tradisi
5. Saluran ideology
6. Saluran lainnya ( Misalnya alat komunikasi massa )
D. Cara-cara mempertahankan Kekuasaan
1. Dengan jalan meninggalkan segenap aturan-aturan lama, terutama dalam bidang politik, yang merugikan kedudukan penguasa.
2. Mengadakan sistem-sistem kepercayaan
3. Pelaksanaan administrasi dan birokrasi yang baik
4. Mengadakan konsolidasi secara horizontal dan vertikal
E. Beberapa bentuk lapisan kekuasaan
Pada masyarakat terdapat tiga tipe umum piramida kekuasaan, yaitu :
1. Tipe Kasta
2. Tipe Oligarkis
3. Tipe Demokratis
F. Wewenang
Wewenang adalah suatu hak yang telah ditetapkan dalam suatu tata tertib sosial untuk menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan, menentukan keputusan-keputusan mengenai persoalan-persoalan yang penting, dan untuk menyelesaikan pertentangan-pertentangan.
Wewenang ada tiga macam, yaitu :
1. Wewenang Kharismatis ( Charismatic Authority)
2. Wewenang tradisional ( Traditional Authority )
3. Wewenang rasional/legal ( rational/legal Authority)
G. Kepemimpinan
Kepemimpinan (Leadership)
Kemampuan seseorang( pemimpin atau leader) untuk memengaruhi orang lain( yaitu yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya) Sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut
Kepemimpinan bias dibedakan menjadi dua :
1. Sebagai kedudukan, kepemimpinan merupakan suatu kompleks dari hak-hak dan kewajiban yang dapat dimiliki oleh suatu orang atau badan.
2. Sebagai proses sosial, kepemimpinan meliputi segala tidakan yang dilakukan oleh seseorang atau suatu badan, yang menyebabkan gerak dari warga masyarakat.
Sifat Kepemimpinan
1. Resmi ( Formal Leadership ) yaitu kepemimpinan yang tersimpul dalam suatu jabatan
2. Tidak Resmi ( Informal Leadership ), yaitu kepemimpinan karena pengakuan masyarakat dan kemampuan seseorang menjalankan kepemimpinan
Bab 8 Perubahan Sosial dan Kebudayaan
A. Pengantar
Setiap masyarakat selam hidupnya pasti mengalami perubahan. Perubahan bagi masyarakat yang bersangkutan maupun bagi orang luar yang menelaahnya, dapat berupa perubahan-perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ada pula perubahan-perubahan yang terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-perubahn yang lambat sekali, tetapi ada juga yang berjalan cepat.
Perubahan bias berkaitan dengan :
A. Nilai-nilai sosial
b. Pola-pola perilaku
c. Organisasi
d. Lembaga kemasyarakatan
e. Lapisan dalam masyarakat
f. Kekuasaan dan wewenang, dan lain-lain
Perubahan sosial
Segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
B. Pembatasan Pengertian
Para sosiolog maupun antropolog telah banyak memperssoalkan mengenai pembatasan pengertian perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan. Supaya tidak timbul kekaburan, pembicaraan akan dibatasi lebih dahulu pada perubahan-perubahan sosial.
C. Hubungan antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan
Kingsley Davis berpendapat bahwa perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagiannnya, yaitu: kesenian, ilmu penegetahuan, teknologi, filsafat, dan seterusnya, bahkan perubahan-perubahan dalam bentuk serta aturan-aturan organisasi sosial. Sebagai contoh dikemukakannya perubahan pada logat bahasa Aria setelah terpisah dari induknya. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Perubahan-perubahan tersebut lebih merupakan perubahan kebudayaan ketimbang perubahan sosial
D. Beberapa Bentuk perubahan sosial dan kebudayaan
Bentuk-bentuk perubahan :
1. Perubahan lambat dan perubahan cepat
2. Perubahan kecil dan perubahan besar
3. Perubahan yang dikehendaki ( Intended Change ) atau perubahan yang direncanakan ( Planned Change) dan perubahan yang tidak dikehendaki ( Unintended change ) atau perubahan yang tidak direncanakan ( Unplanned Change )
E. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan
Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan adalah :
1. Sebab yang bersumber dari masyarakat itu sendirinya
a. Bertambah dan berkurangnya penduduk
b. Penemuan-penemuan baru
c. Pertentangan –pertentangan dalam masyarakat
d. Terjadinya pemberontakan atau revolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri
2. Sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat :
a. Sebab- sebab yang berasal dari lingkungan fisik yang ada disekitar manusia .
b. Peperangan dengan Negara lain
c. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
F. Faktor-Faktor yang mempengaruhi jalannya proses perubahan
a. Faktor- faktor yang mendorong jalannya proses perubahan
1. Kontak dengan kebudayaan lain
2. Sistem Pendidikan yang maju
3. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju
4. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan menyimpang
5. Sistem lapisan masyarakat yang terbuka
6. Penduduk yang heterogen
7. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
8. Orientasi ke muka
9. Nilai meningkatkan taraf hidup
b. Faktor-faktor yang menghambat terjadinya perubahan
1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat
3. Sikap masyarakat yang tradisionalistis
4. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interest
5. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
6. Prasangka terhadap hal-hal yang baru/asing
7. Hambatan Ideologis
8. Kebiasaan
9. Nilai Pasrah
G. Proses-proses perubahan sosial dan kebudayaan
1. Keserasian dalam masyarakat ( Sosial Equiliibrium)
Suatu keadaan dimana lembaga-lembaga kemasyarakatan yang pokok berfungsi saling mengisi
2. Saluran-saluran dalam proses perubahan
Saluran-saluran dalam proses perubahan adalah lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan, ekonomi,pendidikan,agama, rekreasi dan seterusnya. Lembaga kemasyarakatan yang merupakan titik tolak tergantung pada cultural focus masyarakat pada suatu masa yang tertentu.
3. Organisasi
Organisasi merupakan artikulasi dari bagian-bagian yang merupakan bagian dari satu kebulatan yang sesuai dengan fungsinya masing-masing.
4. Disorganisasi atau Disintegrasi
Disorganisasi adalah proses berpudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat dikarenakan adanya perubahan-perubahan yang terjadi dalam lembaga-lembaga kemasyarakatan.
5. Reorganisasi atau Reintegrasi
Reorganisasi adalah proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai yang baru agar sesuai dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mengalami perubahan. Reorganisasi dilaksanakan apabila norma – norma dan nilai-nilai yang baru telah melembaga dalam diri warga. Berhasil tidaknya proses pelembagaan tersebut dalam masyarakat.
6. Cultural Lag ( Ketertinggalan Kebudayaan )
Cultural lag merupakan ketidakserasian dalam perubahan-perubahan unsur-unsur masyarakat atau kebudayaan
H. Arah Perubahan ( Direction Of Change)
Perubahan bergerak meninggalkan faktor yang diubah. Akan tetapi, setelah meninggalkan faktor itu ,mungkin perubahan bergerak kepada sesuatu bentuk yang sama sekali baru, atau mungkin pula bergerak kearah suatu bentuk yang sudah ada dalam waktu yang lampau.
I. Modernisasi
Di dalam proses modernisasi tercakup suatu transformasi dari total kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam artian teknologis serta organisasi sosialke arah pola-pola ekonomis dan politis yang menjadi cirri Negara- Negara barat yang stabil.
Syarat-syarat terjadinya modernisasi
1. Cara berpikir yang ilmiah
2. Sistem administrasi negara yang baik
3. Adanya sistem pengumpulan yang baik dan teratur
4. Penciptaan iklim yang favorable dari masyarakat
5. Tingkat organisasi yang tinggi
6. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan Social Planning
Bab 9 Masalah Sosial dan Manfaat Sosiologi
A. Pengantar
Masalah-masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial yang mencakup pula segi moral. Karena untuk dapat mengklasifikasikan persoalan sebagai masalah sosial, harus digunakan penilaian sebagai ukurannya. Apabila suatu masyarakat menganggap sakit jiwa,bunuh diri, perceraian, penyalahgunaan obat bius sebagai masalah sosial , masyarakat tersebut tidak semata-mata pada tata kelakuan yang menyimpang. Akan tetapi, sekaligus juga mencerminkan ukuran-ukuran umum mengenai segi moral.
B. Masalah Sosial
Masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral. Masalah tersebut merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang immoral, berlawanan dengan hokum dan bersifat merusak. Oleh sebab itu masalah-masalah sosial tak akan mungkin ditelaah tanpa mempertimbangkan ukuran-ukuran masyarakat mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Sosiologi menyangkut teori yang hanya dalam batas tertentu menyangkut nilai-nilai sosial dan moral, yang terpokok adalah aspek ilmiahnya.
C. Klasifikasi Masalah Sosial dan Sebab-sebabnya
Klasifikasi masalah sosial yaitu:
1. ekonomis
2. biologis
3. biopsikologis
4. kebudayaan
Klasifikasi yang berbeda mengadakan penggolongan atas dasar kepincangan-kepincangan dalam warisan fisik, warisan biologis, warisan sosial, dan kebijaksanaan sosial. Klasifikasi ini lebih luas ruang lingkupnya daripada klasifikasi yang terdahulu
D. Ukuran – ukuran sosiologis terhadap Masalah Sosial
Ukuran dalam sosiologi suatu masalah merupakan masalah sosial adalah :
1. Tidak adanya kesesuaian antara ukuran/nilai-nilai sosial dengan tindakan-tindakan sosial
2. Sumber-sumber sosial dari masalah sosial
3.Pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan gejala sosial atau tidak, tergantung dari karakteristik masyarakatnya
4. Manifest social problems dan latent social problems
5. Perhatian masyarakat dan masalah sosial
6. Sistem nilai dan dapatnya suatu masalah sosial diperbaiki
E. Beberapa masalah sosial Penting
1. Kemiskinan
2. Kejahatan
3. Disorganisasi Keluarga
4. Masalah Generasi Muda dalam masyarakat modern
5. Peperangan
6. Pelanggaran terhadap Norma- norma Masyarakat
7. Masalah Kependudukan
8. Masalah Lingkungan Hidup
9. Birokrasi
F. Pemecahan Masalah Sosial
G. Perencanaan Sosial ( Sosial Planning)
H. Tokoh-tokoh yang mempengaruhi Perkembangan Ilmu Sosiologi
1. Auguste Comte ( 1798 – 1857 )
2. Herbert Spencer ( 1820 – 1903 )
3. Emile Durkheim ( 1858 – 1917 )
4. Max Webber ( 1864 -1920 )
5. Charles Horton Cooley ( 1864 – 1929 )
6. Pieree Guillaurne Frederic Le Play ( 1806 – 1882 )
7. Ferdinand Tonnies
8. Leopold von Wiese ( 1876 – 1949 )
9. Alfred Vierkandt ( 1867- 1953)
10. Lester Frank Ward ( 1841-1913)
11. Vilfredo Pareto ( 1848 – 1923 )
12. George Simmel ( 1858 – 1918 )
13. William Graham Summer ( 1840 – 1910 )
14. Robert Ezra Park ( 1864 – 1944 )
15. Karl Manheim ( 1893 – 1947 )
I. Manfaat Penelitian Sosiologi bagi Pembangunan
1. Pengantar
Pembangunan merupakan suatu proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan secara sengaja berdasarkan suatu rencana tertentu. Proses pembangunan terutama bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat baik secara spiritual,maupun material.
2. Cara Melangsungkan Pembangunan
Pada dasarnya dikenal cara-cara :
a. Struktural, yaitu mencakup perencanaan, pembentukan,dan evaluasi terhadap lembaga-lembaga sosial, prosedurnya serta pembangunan secara material;
b. Spiritual, yang mencakup watak dan pendidikan dalam penggunaan cara-cara berpikir secara ilmiah
c. Struktural dan spiritual
3. Syarat yang diperlukan
Untuk berlangsungnya suatu pembangunan diperlukan syarat kemauan yang keras, serta kemampuan untuk dapat memanfaatkan setiap kesempatan bagi keperluan pembangunan. Masyarakat harus aktif memecahkan masalah-masalah dan memilki sifat terbuka bagi pikiran-pikiran dan usaha-usaha baru. Di samping itu, diperlukan adanya kelompok-kelompok yang kreatif atau minoritas pemimpin-pemimpin yang kreatif, serta masa yang kritis.
4. Tahap-tahap Pembangunan
Tahap-tahap pembangunan ada tiga yaitu
1. Tahap Perencanaan
2. Tahap Penerapan
3. Tahap Evaluasi
5. Penelitian Sosiologis
Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan konstruksi. Analisis dan konstruksi dilakukan secara metodologis,sistematis, dan konsisten. Tujuannya adalah untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi hasrat manusia untuk mengetahui apa yang dihadapinya dalam kehidupan.

Ada Tiga tiga macam penelitian sosiologis
1. Penelitian Murni
2. Penelitian yang terpusatkan pada masalah
3. Penelitian terapan
6. Manfaat Penelitian sosiologis bagi pembangunan
Hasil-hasil penelitian sosiologis dapat dimanfaatkan bagi pembangunan. Hal ini disebabkan karena penelitian sosiologis memusatkan perhatiannya pada masyarakat, yang merupakan wadah beberapa aspek pembangunan

7. Penutup
Indonesia merupakan masyarakat mejemuk karena mencakup berbagai suku. Masing-masing suku mempunyai kebudayaan khusus tersendiri yang menjadi identitasnya. Kemajemukan inilah yang dihadapi dalam proses pembangunan nasional.
Pembangunan sebagai suatu proses yang direncanakandan dikehendaki harus dipertimbangkan adanya berbagai suku dan kebudayaan khusus tersebut. Penelitian sosiologis akan dapat memberikan datayang diperlukan untuk mengadakan keserasian, sehingga pertentangan yang negatif dapat dihindarkan dengan cara yang persuasif


Di rangkum oleh Irfan Efendi
copy right: januari 2011

3 komentar:

Atika Mayangsari mengatakan...

Terima kasih banyak.

annisya puspita mengatakan...

terimakasih, sangat bermanfaat

Ova Dwi Gunawan mengatakan...

Terimakasih banyak berkat artikel agan ini, tugas kuliah saya jadi ringan dan cepat selesai. Sekali lagi makasih banyak dan semoga bermanfaat bagi yang lain juga.

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo